Sunday, May 1, 2011

The Imperial Palace (皇居)

Negara Jepang identik dengan kaisar yang berfungsi sebagai lambang negara dan simbol pemersatu rakyat Jepang. Istana kaisar berkedudukan di Tokyo, ibukota Jepang. Setiap tahun hari ulang tahun kaisar yang sedang bertahta dirayakan secara nasional dan dijadikan salah satu hari libur resmi di Jepang. Masyarakat umum diberi kesempatan untuk melihat keluarga kaisar dari halaman istana kaisar.

Selama ini aku hanya tau silsilah keluarga kaisar Jepang lewat televisi, buku bacaan dan cerita sensei. Keluarga kaisar saat ini masih dipusingkan dengan pewaris tahta karena bayi yang ditunggu-tunggu kelahirannya di muka bumi ini ternyata perempuan, bukan laki-laki yang banyak diharapkan orang-orang di istana. Akhirnya orang-orang di istana terpecah menjadi 2 golongan, yaitu golongan yang ingin mengubah konstitusi bahwa pewaris tahta boleh dipegang oleh perempuan dan golongan yang masih mempertahankan konstitusi bahwa pewaris tahta tetap harus dipegang laki-laki. Kemudian bagaimana kelanjutan pewaris kaisar Jepang? Entahlah aku sendiri ga begitu mengikuti perkembangan keluarga kaisar yang cukup rumit itu.

Suatu hari aku ada kesempatan jalan-jalan di sekitar istana kaisar Jepang di Tokyo. Aku pikir dengan berkunjung ke istana kaisar, orang umum dibolehkan memasuki istana kaisar pada hari libur. Saat di depan pintu gerbang ada beberapa penjaga istana dengan pakaian seragam warna biru dongker, bayanganku serem ternyata mereka ramah saat kusapa, ada yang naik sepeda mengelilingi halaman istana kaisar. Aku bertanya pada salah seorang petugas, orang umum apa dibolehkan memasuki kawasan istana kaisar pada hari libur? Ternyata dugaanku salah, sama sekali GA DIBOLEHKAN. Wah, kecewa nih ...:(( Aku baru nyadar, ini Tokyo bo`, emangnya istana presiden di Jakarta? Pada waktu hari Minggu, orang umum dibolehkan memasuki kawasan istana meskipun harus daftar dulu jauh-jauh hari.

Akses untuk menuju istana kaisar di Tokyo ga begitu sulit. Dari stasiun mana aja yang di Tokyo bisa dengan naik Yamanote line atau Chuo line asal tujuannya stasiun Tokyo. Setelah nyampe Tokyo station jalan kaki mungkin sekitar 500 meter lurus aja ikuti jalan, udah deh nyampe kawasan istana kaisar. Kalo misalkan bingung ga tau jalan, paling gampang nanya ama bagian informasi di setiap stasiun di Tokyo atau minta peta Tokyo yang bakal dibagikan secara gratis. Jangan khawatir, petugas informasi di stasiun-stasiun di Tokyo rata-rata bisa berbahasa Inggris. Pokoknya "Malu bertanya sesat di jalan" itu bener-bener aku rasakan setiap mo nyari tempat yang belum pernah kudatangi.


Batu-batu yang tertata rapi
Begitu memasuki kawasan halaman istana kaisar, aku begitu kagum, rindang banget, banyak pohon, tamannya bagus, emang Jepang di mana-mana bersih, ga nemuin sampah plastik, puntung rokok ato bungkus permen. Paling sampah yang aku temuin hanya rontokan daun yang udah menguning. Ternyata kalo hari libur banyak juga orang Jepang yang jalan-jalan bareng keluarganya ke sekitar halaman istana kaisar, ada juga ibu-ibu Jepang yang nyuapin anaknya main-main di sekitar air mancur. Trus aku perhatiin peta di halaman istana apa aja yang menarik. Eh ternyata ada beberapa bule yang sedang hunting foto, ga beberapa lama datanglah satu bis rombongan orang Korea. Emang sih dari segi wajah sampe saat ini aku belum bisa membedakan wajah orang Jepang, Cina, Korea & Mongol. Maklum mereka masih satu nenek moyang, aku bisa membedakan mereka kalo udah ngomong, ketahuan dari logat bahasa mereka, jadi ngerti mana orang Cina, Korea, Jepang & Mongol.

Muter-muter sekitar halaman istana kaisar capek juga, luas banget sih. Taman yang luas dipenuhi dengan rumput hijau dan pepohonan yang rindang, angin semilir saat matahari mulai menyengat kulit bikin ngantuk aja. Waktu masuk di taman ada tunawisma yang tidur pulas di bangku taman, aku jadi iba melihatnya. Kalo sekarang musim panas sih mungkin bisa si tunawisma itu tidur di taman ato kolong jembatan, tapi gimana kalo musim dingin? Entahlah, hanya dia & Allah Swt yang tau. Sisi lain Tokyo, ternyata di negara semaju Jepang juga ada orang yang ga punya tempat tinggal. Aku mulai berpikir bahwa semua negara di dunia ini sama aja, ada yang kaya dan ada yang miskin. Cuman kalo di Jepang itu ga begitu mencolok perbedaan antara si kaya dan si miskin. Beda ama di negaraku, mencolok banget jurang pemisah antara si kaya & si miskin, di satu sisi ada orang yang punya rumah mewah bahkan lebih dari satu tapi di sisi lain ada orang yang ga punya rumah, tinggal di kolong jembatan, mo makan aja sulit. Ironis memang. Itulah kenapa Islam mengajarkan berbagi, 2.5 % harta kita adalah hak orang fakir miskin, anak yatim piatu, rumah Allah Swt, dll. Kenapa ada negara maju, negara berkembang ato negara miskin??? Itulah perbedaan, indahnya perbedaan...